Sunday, 5 January 2014

junwa

cinta
tatapan mata seorang dewi
senyuman indah dari wajah indahmu
tak pernah kulupa

aku mencintaimu lebih dari diriku
aku lebih sering memikirkanmu daipada diriku
aku tahan dengan rasa sakit yang kurasakan
tusukan pedang,terbakar api,dan benturan keras
tapi aku tidak tahan bila melihatmu meneteskan air mata

aku sayang padamu
meskipun engkau tidak tau seberapa besar kasih sayangku
kubayangkan wajahmu tiap kedipan mataku
seperti itulah aku merindukanmu
junwa

engkaulah permaisyuri hatiku
cinta terakhirku
semoga cinta ini tetap seperti ini
tak berkurang walau hanya sedikit

No comments:

Post a Comment